polrestuban-Semakin cepatnya laju ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang telekomunikasi. Seperti perkembangan alat komunikasi HP yang hampir setiap hari mengeluarkan produk-produk terbaru yang semakin canggih hanya untuk memuaskan hasrat warga masyarakat dalam bermedia sosial seperti FB, WA, Twitter dan lain sebagainya. Akan tetapi kemajuan dan kebebasan warga dalam menggunakan media sosial tersebut tidak diimbangi oleh warga masyarakat kita untuk bersikap bijak ketika menggunakan media sosial. Sudah banyak contohnya kejadian kerusuhan masa hanya karena termakan isu atau berita hoax yang disebarkan oleh orang yang ingin mengambil keuntungan dengan adanya kejadian tersebut. Contoh terakir adalah yang baru saja terjadi di kantor LBH Jakarta yang akir-akir banyak diberitakan. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Senori. Seluruh anggota Polsek yang sekarang ini dipimpin oleh AKP Ahmad Kusrin, S. H., mengintensifkan kegiatan sambang atau silaturahmi kepada tokoh-tokoh agama yang ada di Kecamatan Senori. Seperti yang dilakukan oleh Aiptu Ahmad Lakin. Dimana pada hari Jum’at (22/9) pagi, anggota yang sehari-hari bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Leran ini, melaksanakan silaturahmi ke rumah K. H. Jauhari, tokoh agama sekaligus da’i di Desa Leran Kecamatan Senori. “Silaturami ke Tokoh Agama sekaligus menitip pesan kepada tokoh agama agar mengingatkan warga untuk bijak dalam bermedia sosial serta terus menerus menjaga toleransi antar umat beragama” serua Aiptu Ahmad Lakin sewaktu dikonfirmasi. Karena Dua hal inilah yang saat ini sangat-sangat menghawatirkan, contohnya banyak warga yang menelan mentah-mentah semua informasi yang masuk ke HP masing-masing tanpa cek ricek atau tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada sumbernya. Sedangkan sikap toleransi antar umat beragama sekarang mulai tidak ada sehingga masyarakat mudah terprofokasi apabila ada isu yang mengatasnamakan agama tertentu, jelas Pak Lakin panjang lebar. Oleh karenanya peran tokoh agama sangatlah penting dalam menjaga toleransi antar umat beragama, karena para tokoh agama ini rata-rata masih disegani oleh warga sehingga kata-katanya akan dituruti dan diiyakan oleh warga masyarakat, tambah Aiptu Ahmad Lakin.




