Intensitas hujan kembali terjadi di awal bulan Pebruari 2020. Hujan dengan intensitas tinggi perlu diwaspadai adanya bencana banjir. Banjir luapan bisa terjadi di Sungai Bengawan Solo, begitu pula dengan banjir bandang karena jebolnya tanggul sungai yang tidak kuat menahan arus.
Untuk antisipasi bencana banjir diwilayahnya yang bisa memakan korban jiwa, Kapolsek Widang AKP Totok Wijanarko, S.Pd., memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan pemantauan di sekitar daerah aliran sungai Bengawan Solo Wilayah Kecamatan Widang, Minggu (02/02/20).
Desa Patihan, Ngadipuro, Ngadirejo, Widang, Banjar, Tegalrejo, Tegalsari, Kedungharjo Dan Simorejo merupakan desa yang berada di tepian aliran sungai Bengawan Solo dan rawan terhadap banjir luapan sungai. Kapolsek AKP Totok Wijanarko mengungkapkan, bahwa tujuan dari pemantauan daerah aliran sungai Bengawan Solo ini untuk memastikan keamanan warga yang tinggal di sekitar sungai, terlebih yang berada di bantaran, ” ucapnya.
Kepada Bhabinkamtimas supaya mengecek langsung situasi dan kondisi desa binaan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo, tentunya untuk memastikan keamanan warga sekitar. Perkembangan informasi harus disampaikan kepada warga bersama dengan perangkat desa, ” tambah Kapolsek.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh anggotanya, sampai saat ini aliran sungai Bengawan Solo masih dalam batas normal, namun demikian warga di minta tetap waspada. Meski debit sungai naik, diperkirakan belum sampai meluber ke pemukiman warga, ” saat ini anggota masih berada di Perdesaan, ” terang Kapolsek.
Ditanya soal tanggul, Kapolsek menyatakan, belum bisa memprediksi tanggul yang tidak kuat menahan arus. Namun yang perlu kita khawatirkan itu saat air tinggi kemudian surut, biasanya tanah akan ikut longsor. Sesuai pemetaan kerawanan, tanggul sungai yang berada di Dusun Leboh Desa Kedungharjo mengalani penurunan dan keretakan, ini sudah kita sampaikan kepada Kapolres AKBP Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si., ” tegas Kapolsek.







