wacananews.com – PolresTubanPoldaJatim Sebanyak 27 orang siswa dan 15 pendamping anggota perguruan silat Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Ranting Senori, pada hari Sabtu (29/2/2020) pukul 09.00 Wib, diberangkatkan oleh Ketua IKSPI Ranting Senori Abdurahman ke Madiun dalam rangka pengesahan anggota.
Sebelum berangkat menuju Madiun anggota IKSPI tersebut di kumpulkan di Padepokan sekaligus rumah Ketua IKSPI Ranting Senori di Desa Wanglu Kulon Kec. Senori, untuk menerima imbauan dari Kapolsek Senori Polres Tuban AKP Musa Bachtiar yang diwakili oleh Ps. Kanit Intelkan Aiptu Mafud Efendi.
Dalam himbauanya Ps. Kanit Intelkan Polsek Senori, berpesan agar selama dalam perjalanan ke Madiun anggota IKSPI dapat menjaga keamanan dan ketertiban di jalan, jaga sopan santun, jangan melakukan perbuatan yang dapat memprovokasi masyarakat atau perguruan silat lain, hal tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya bentrokan antar perguruan silat.
Gunakan mobil tertutup dan usahakan selama dalam perjalanan minimalkan penggunaan atribut perguruan dan kalau ada permasalahan di jalan jangan mudah terpancing emosi, serahkan kepada Ketua Ranting sebagai yang dituakan untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin saja terjadi di perjalanan.
“Rawan terjadi bentrokan antar perguruan silat atau dengan masyarakat kususnya selama dalam perjalanan” kata Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kapolsek Senori AKP Musa Bakhtiar, S.Sos., M.M.
Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut kita laksanakan pendekatan kepada seluruh anggota perguruan silat yang ada di wilayah hukum Polres Tuban untuk memberikan imbauan agar selalu bersikap aktif menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, imbuh Musa Bakhtiar.
Sementara itu Abdurahman ketua IKS.PI Ranting Senori menjelaskan dalam acara pengesahan kali ini pihaknya mengirimkan sebanyak 27 orang anggota baru, terdiri dari 23 anggota laki-laki dan 5 anggota perempuan. Mereka didampingi oleh 15 orang pendamping.
“Sesuai arahan dari Kapolsek kita menggunakan 4 kendaraan tertutup, dan meminimalkan penggunaan atribut perguruan” tuturnya. (wid)




