Polrestuban- Dalam upaya menanggulangi ancaman kelompok radikal yang di tujukan kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia pada umumnya di pandang perlu dan di cermati oleh ujung tombak kepolisian di daerah yaitu di polsek” seperti halnya maraknya ancaman serta serangan dari kelompok radikal yang sudah di hadapan mata. 10/08/2017
Maka dari itu di sikapi oleh Kapolsek jenu Akp Yani Susilo SH dan anggotanya pada Rabu siang ,09-08-2017 beliau melaksanakan silaturrohmi dengan tokoh masyarakat desa purworejo yaitu H Ahmad Dhofir yang di anggap berkompeten dalam merangkul serta menggerakkan masyarakat sekitar untuk itu dalam kesempatan tersebut Kapolsek jenu sudah pas dalam mengambil langkah”nya demi menciptakan kamtibmas yang aman kondusif.
Mereka selayaknya seperti mata uang yang tidak bisa di pisahkan antara Tokoh masyarakat dengan petugas Kepolisian karena sama sama punya keinginan agar masyarakat bisa hidup damai ,aman dan tentram dari sinilah kita bisa menelaah betapa pentingnya kebersamaan antara tokoh masyarakat dengan institusi Kepolisian kita bisa bersama sama bergandengan untuk menepis adanya ajaran kelompok radikal yang bermaksud ingin merongrong kewibawaan negara Indonesia dan ingin mengganti menjadi negara Islam
Kalau kita bisa pahami bahwa ajaran islam berkembang di indonesia tanpa adanya tekanan,paksaan bahkan dengan pertumpahan darah tapi islam di siarkan dan berkembang di bumi indonesia dengan di sebarkan oleh para ulama yang dengan ikhlas memberikan ajaran islam kepada warga masyarakat dengan aman,nyaman dan tanpa adanya paksaan karena islam adalah agama rohmatan lil alamin
Untuk itu marilah kita besatu padu jalani kehidupan dan tatanan ajaran islam yang sudah di siarkan oleh para ulama jangan kita memaksakan kepada orang lain tidak mau mengikuti kehendak kita marilah kita tanamkan rasa kebersamaan dan persatuan demi menjaga keutuhan NKRI.
* Humas Polsek Jenu *




