Upaya untuk meningkatkan kemampuan Anggota dijajaran Tingkat Polsek, dalam pelayanan publik khususnya dalam membantu masyarakat untuk mengikuti Program yang diluncurkan Polres Tuban berupa Inovasi SIMBA. Rabu (07/08/19) kemarin, bertempat di Lapangan Polres Tuban digelar pelatihan.
PS. Kanit Binmas Bripka Mujianto yang ikut dalam pelatihan mengatakan bahwa coach clinik ini untuk menumbuhkan pemahaman dan pengetahuan anggota yang berada di tingkat Polsek jajaran Polres Tuban terhadap inovasi SIMBA. Hal yang terpenting dalam coaching clinic ini adalah penanaman mindset tentang inovasi SIMBA, ” ucapnya, ketika menyampaikan hasil pelatihan kepada anggota dihadapan Kapolsek saat Apel pagi.
Inovasi SIMBA hanya memberikan pelayanan pelatihan kepada warga masyarakat yang ingin mengajukan permohonan SIM atau atau yang sudah mengikuti uji SIM namun dinyatakan tidak lulus. Kita sifatnya membantu mereka dalam penguasaan materi agar mempunyai kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan cara berlalu lintas yang baik dan benar, ” tambah Bripka Mujianto.
Bentuk dari pelatihan yang kita berikan kepada warga masyarakat adalah praktek di lapangan dan materi tata cara berlalu lintas, dengan cara mengenalkan cara berkendara dan menambah wawasan serta pengetahuan melalui materi yang telah disampaikan, harapannya ketika mereka melakukan uji SIM yang sesungguhnya sudah ada gambaran, ” terang Bripka Karjono Bhabinkamtimas Polsek Widang yang turut dalam kegiatan pelatihan.
Sementara itu di ruang kerjanya, Kapolsek Widang AKP Totok Wijanarko, S.Pd, menegaskan bahwa, kegiatan ini mengajak para peserta untuk memahami tata cara berlalu lintas yang baik dan benar, bagaimana cara beretika ketika berkendara di jalan raya, mereka harus memahami betul aturan yang ada, semua itu demi keselamatan.
“Mindset itu harus dibentuk. Harus ada kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama, kalau pengetahuan calon pemohon SIM tentang lalu lintas minim, iya tentu saja petugas tidak memberikan kelulusan agar mendapatkan SIM. Bila ini dipaksakan tentu akan berdampak tidak baik terhadap mereka sendiri. Kita ditingkat Polsek hanya memberikan pelatihan bukan tanda kelulusan, ” tegas AKP Totok Wijanarko.








