Polrestuban-Kapolres Tuban , AKBP Nanang Haryono memimpin langsung pemeriksaan Ranmor di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Tuban Senin malam. Kegiatan Razia gabungan dilakukan dengan tujuan untuk menjaga Bumi Wali Tuban agar tetap aman dan kondusif. Selain itu juga bertujuan meminimalisir gerakan massa jelang pengumuman hasil Pemilu oleh KPU pusat 22 Mei mendatang.
Giat Razia melibatkan unsur Polri, TNI, dan Satpol PP. Razia dibagi menjadi 3 titik dengan waktu yang berbeda, pukul 19.00 ~21.00 wib dilaksanakan di depan Pabrik Kecap, pukul 22. 00 ~ 24.00 wib dilaksanakan di Jln. Letda Sucipto dan pukul 02.00 ~ 04.00 dilaksanakan di perbatasan Sukolilo Bancar.

Terlihat personel macan ronggolawe berseragam hitam membawa senjata turut diterjunkan mendampingi tim pemeriksa tersebut.
Berapa kendaraan roda empat diminta untuk menepi dan dilakukan pemeriksaan. Barang bawaan juga turut diperiksa.
Jalan Raya Letda Sucipto seputar bundaran patung merupakan jalan poros kota Tuban yg menjadi salah satu titik Razia dimana Kapolres Tuban memimpin pelaksanaan Razia Ranmor Roda 4.
Kapolres Tuban AKBP Nanang mengatakan bahwa razia dilakukan dengan melibatkan instansi terkait dengan skala besar untuk mempersempit gerak massa yang akan ke jakarta.
“Patroli skala besar, ditekankan untuk meminimalisir potensinya gangguan kamtibmas dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Tuban agar tetap aman, damai dan kondusif serta untuk mempersempit ruang gerak masa people power 22 Mei,” kata Nanang.

Dalam razia ini, pihak kepolisian mengamankan mobil Panter AG 1614 SE yang didalamnya ada senapan angin. Pemilik bernama M. Humfron Nurul Huda warga Ds. Dawung Kec. Palang Kab. Tuban mengatakan bahwa senapan untuk menebak ikan. Sementara kasusnya masih dalam pemeriksaan Sat Intelkam.
Mantan Kasubdit III Jatanras Polda Jateng itu menjelaskan, pihaknya tidak ingin ada sedikitpun potensi gangguan kamtibmas yang terjadi di Bumi Wali dalam bentuk apapun atau bahkan sekecil apapun.
“Kami ingin Tuban tetap aman dan kondusif. Kamtibmas tetap terjaga, dan masyarakat bisa menjalankan ibadah di bulan ramadlan juga tetap tenang bagi yang menjalankan, bagi yang tidak tetap bisa beraktivitas tanpa ada gangguan atau kekhawatiran,” terang Nanang.





